Sebuah Permintaan Maaf

1:04 AM



I.
Matahari yang muncul dengan malu-malu
Aku kembali pulang
Menuju kota yang tidak pernah hilang
yang selalu cemerlang

Maaf perih ini lupa aku hembuskan
ke udara pagi yang masih haru
Bukan lupa, tepatnya aku yang belum ingin
Aku hanya ingin mengingatnya lagi
Setidaknya untuk hari ini
atau untuk esoknya
atau esoknya lagi...
esoknya lagi...

II.
Awan, sang musafir
Sudahkah kau sampaikan salamku;
kehangatan yang aku bungkus dengan susah payah
Karena selalu saja menjadi dingin
Tiap kali aku sentuh
Sudah sampaikah permintaan maafku
Kepadanya yang kini enggan
Yang pergi dengan ringan
Kekasihku, yang jauh dari genggaman
yang tinggal jadi angan

III.
Maafkan aku
Yang juga pergi tanpa sebuah surat
Atau salam yang tersirat

Belum mampu rasanya aku membahas
Perkara asmara yang sudah tak lagi membara
dan ketakutanku yang tak kunjung reda
atau tentang kelihaianmu dalam merayu wanita

Aku,
Tidak bisa

IV.
Dongeng-dongeng yang belum aku ceritakan padamu
Tentang kisah asmara yang tidak ditakdirkan
Dan tentang segala yang selalu ditinggalkan

Masa depan yang belum kita saksikan
bahkan rencanakan
Karena aku adalah kepingan yang berserakan
Dan kamu fragmen-fragmen yang berantakan
Pertanyaan yang belum sempat terjawab
Tentang kamu yang sering tertawa getir

aku yang khawatir

Aku belum sanggup
mendengar pedih yang akan terucap

V.
Pagi yang masih kemayu
Setibanya aku di rumah
Akan aku bakar perih menjadi abu
Bersama rindu yang selalu aku bendung
karena hanya debu bagimu

Nirwana adalah rumah baru perih
Bereinkarnasi ia kelak
Menjadi sesuatu yang baru
Yang enggan kelabu

You Might Also Like

0 comments