Selamat pagi salam sejahtera! Saya ternyata sudah lumayan jarang ya menulis di sini karena belum ada waktuuu hehe. Terkadang sering hasrat menulis muncul di tengah-tengah kesibukan yang sebenarnya ya tidak sibuk-sibuk banget sich. Ide-ide atau kata-kata yang tiba-tiba hadir di kepala terkadang hanya dapat dituangkan ke dalam beberapa kalimat singkat saja, atau tragisnya bahkan hanya berakhir di draft saja atau dingin terabaikan di...Read More
Binarku di kala senja, berkaca lah kau pada eloknya langit di sore hari Ia lah sejatinya seorang saksi dari segala yang jadi janji yang tapi dan segala yang baik kalah kemudian mati Teruntuk Binar terkasih, baur lah seperti senja; ramai dengan semburat jingga serta goresan lila Namun sepotong senja akan selalu utuh tetap teguh Dikemas oleh pasang-pasang mata manusia dengan pemahamannya masing-masing Dibawa...Read More
Aku tak mampu jika aku saja yang harus sirami kebun bunga sebesar ini Aku tak sanggup merawat bunga sebanyak ini sendirian Bagaimana kalau kita bagi tugas? Kau memicu ragu Aku meramu adu Kemudian kau mengalah Aku berdarah Kau yang bernanah Aku yang bersalah Atau begini saja Kau tuai kelopaknya, biar aku yang pegang durinya ...Read More
Mari dengar bisa ucap apa seseorang dengan hati yang patah Terbutakan kecewa dan amarah hingga lupa bahwa kita berdua sama-sama sedang terluka, berdarah Celaka, subuh tadi aku malah buat kau bernanah ...Read More
Rumah yang dihancurkan nasib Kebahagiaan yang direnggut hidup Rencana yang habis dimakan waktu digerogoti hanya disisakan perih Puing luka yang masing-masing kita coba singkirkan Sekali lagi, mencoba benahi konstruksi bongkar pasang renovasi cat ulang dekorasi baru mobil baru bongkar lagi pasang lagi hingga akhirnya terhenti Karena lagi-lagi pada akhirnya tidak ada yang terlahir menjadi kuli bangunan Kita semua hanya menerka-nerka bagaimana cara membuat...Read More
#1 "Di jeda yang tanpa di sudut yang hampa air matamu enggan ku seka" Ragam maki tak kau lemparkan padaku Mungkin demi rapuhku yang kau malas saksikan serta tangis yang enggan aku sudahi Punggungmu yang semalaman kau tayangkan serta keengganan yang kusaksikan dan buatku uring-uringan menjadi batas penjelas antara kamu yang malas dan aku yang cemas Esoknya aku sarapan tidakmu yang kau tangkup...Read More